Logo Paroki Trinitas Mahakudus PaslatenParokiTrinitas Mahakudus Paslaten
Masuk
Warna Liturgi: Hijau

St. Tarsisius & SP. Maria

Renungan: Menjadi Berkat, Bukan Menjadi Batu Sandungan
Ukuran Teks Halaman:

BACAAN KITAB SUCI & LITURGI

Klik judul bacaan untuk membuka/menutup teks Kitab Suci

Yeh 18:1-10.13b.30-32
Mzm 51:12-13.14-15.18-19
Mat 19:13-15

BACAAN OFISI (BCO)

Za 14:1-21
1Taw. 15:3-4,15-16; 16:1-2
Mzm. 132:6-7,9-10,13-14
1Kor. 15:54b-57
Luk. 11:27-28
Sumber Teks Bacaan:imankatolik.or.id
Santo Tarsisius
Orang Kudus: Santo Tarsisius

Santo Tarsisius, Martir Ekaristi

Santo Tarsisius

Santo Tarsisius

Santo Tarsisius adalah seorang martir muda Gereja perdana yang hidup di Roma pada sekitar abad ke-3, pada masa penganiayaan terhadap umat Kristiani. Ia dikenal dalam tradisi Gereja sebagai seorang akolit atau pelayan altar yang memiliki cinta dan penghormatan yang mendalam kepada Ekaristi. Informasi historis mengenai kehidupannya sangat terbatas; salah satu kesaksian tertua berasal dari sebuah puisi yang ditulis oleh Paus Damasus I, yang mengenang Tarsisius sebagai seorang martir yang rela menyerahkan hidupnya daripada membiarkan Sakramen Mahakudus dinodai.

Menurut tradisi, ketika umat Kristiani mengalami penganiayaan, Tarsisius dengan berani menawarkan diri untuk mengantarkan Sakramen Mahakudus kepada saudara-saudara Kristiani yang sedang dipenjarakan. Dalam perjalanan, ia dihentikan oleh sekelompok anak yang ingin mengetahui apa yang dibawanya. Tarsisius menolak menyerahkan Ekaristi yang dipercayakan kepadanya. Ia kemudian diserang dan dirajam, tetapi tetap mempertahankan Sakramen Mahakudus sampai akhir hidupnya. Tradisi kemudian mengenangnya sebagai “Martir Ekaristi”.

Tarsisius menjadi teladan khusus bagi para misdinar atau putra-putri altar, terutama dalam hal kesetiaan, keberanian, pelayanan, dan kecintaan kepada Yesus dalam Ekaristi. Ia secara luas dihormati sebagai pelindung para pelayan altar.

Peringatan: Santo Tarsisius secara tradisional diperingati pada 15 Agustus.