Logo Paroki Trinitas Mahakudus Paslaten, TomohonParokiTrinitas Mahakudus Paslaten
Masuk
Warna Liturgi: Putih

Perayaan Wajib — SP Maria, Ratu Rosario

Ukuran Teks Halaman:

BACAAN KITAB SUCI & LITURGI

Klik judul bacaan untuk membuka/menutup teks Kitab Suci

Gal 2:1-2.7-14
Mzm 117:1.2
Luk 11:1-4

BACAAN OFISI (BCO)

Sir 3:17-4:10
Sumber Teks Bacaan:imankatolik.or.id
Santa Perawan Maria, Ratu Rosario
Orang Kudus: Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario berakar pada peristiwa 7 Oktober 1571. Hari itu armada Liga Suci yang dihimpun Paus Pius V menghadapi armada Kesultanan Utsmaniyah yang jauh lebih kuat dalam Pertempuran Lepanto. Paus mengajak seluruh Eropa berdoa rosario dan memimpin sendiri prosesi rosario di Roma. Kemenangan armada Kristen ia syukuri sebagai pertolongan Bunda Maria, lalu ia menetapkan pesta Santa Maria Ratu Kemenangan.

Pada 1573 Paus Gregorius XIII mengganti namanya menjadi Pesta Rosario Suci, dan pada 1716, setelah kemenangan lain atas pasukan Turki, Paus Klemens XI memberlakukannya bagi seluruh Gereja. Paus Leo XIII sangat menganjurkan doa rosario dan menambahkan seruan "Ratu Rosario yang amat suci" dalam Litani Santa Perawan Maria. Sejak itu bulan Oktober dikenal umat sebagai bulan rosario.

Menurut tradisi Dominikan, rosario diterima Santo Dominikus dalam sebuah penglihatan sekitar tahun 1206, walaupun para sejarawan mencatat bahwa kisah itu baru ditulis dua abad kemudian oleh Alanus de Rupe. Bagaimanapun asal-usulnya, rosario menjadi doa yang sederhana bagi semua orang: sambil mengulang Salam Maria, umat merenungkan peristiwa-peristiwa hidup Yesus bersama Maria, ibu-Nya.

Sumber: Wikipedia — Our Lady of the Rosary