Logo Paroki Trinitas Mahakudus Paslaten, TomohonParokiTrinitas Mahakudus Paslaten
Masuk
Warna Liturgi: Hijau

St. Bruno

Ukuran Teks Halaman:

BACAAN KITAB SUCI & LITURGI

Klik judul bacaan untuk membuka/menutup teks Kitab Suci

Gal 1:13-24
Mzm 139:1-3.13-14ab.14c-15
Luk 10:38-42

BACAAN OFISI (BCO)

Sir 3:1-16
Sumber Teks Bacaan:imankatolik.or.id
Santo Bruno
Orang Kudus: Santo Bruno

Santo Bruno, Imam dan Pendiri Ordo Kartusian

Santo Bruno

Santo Bruno

Bruno lahir di Köln, Jerman, sekitar tahun 1030. Ia belajar di Reims, Prancis, lalu ditahbiskan menjadi imam. Pada 1057 ia diangkat memimpin sekolah katedral Reims dan selama hampir dua puluh tahun dikenal sebagai guru filsafat dan teologi yang ulung. Salah seorang muridnya, Odo dari Châtillon, kelak menjadi Paus Urbanus II.

Setelah menjadi kanselir Keuskupan Agung Reims, ia ikut menentang uskup agung Manasses yang tidak layak, sampai harus menyingkir untuk sementara. Ketika hendak diangkat menjadi uskup, Bruno justru memilih meninggalkan kedudukan duniawi. Pada 1084, bersama enam rekannya, ia diberi tempat oleh Uskup Hugo dari Grenoble di sebuah lembah sunyi di pegunungan Alpen bernama Chartreuse. Di sana mereka hidup dalam keheningan, doa, dan kemiskinan di sel-sel yang terpisah; dari tempat itulah lahir Ordo Kartusian.

Pada 1090 Paus Urbanus II memanggilnya ke Roma sebagai penasihat. Bruno menolak jabatan uskup agung Reggio Calabria dan memohon agar boleh kembali ke kesunyian. Ia lalu mendirikan pertapaan baru di Calabria, Italia selatan, dengan dukungan Roger I, penguasa Sisilia dan Calabria, dan wafat di sana pada 6 Oktober 1101. Ordo Kartusian bertahan hingga kini dengan cara hidup yang hampir tak berubah sejak awal.

Sumber: Wikipedia — Bruno of Cologne