Logo Paroki Trinitas Mahakudus Paslaten, TomohonParokiTrinitas Mahakudus Paslaten
Masuk
Warna Liturgi: Hijau

St. Martinus de Porres

Renungan: Masih Ada Tempat
Ukuran Teks Halaman:

BACAAN KITAB SUCI & LITURGI

Klik judul bacaan untuk membuka/menutup teks Kitab Suci

Flp. 2:5-11
Mzm. 22:26b-27.28-30a.31-32
Luk. 14:15-24

BACAAN OFISI (BCO)

Keb 10:1-11:4
Sumber Teks Bacaan:imankatolik.or.id
Santo Martinus de Porres
Orang Kudus: Santo Martinus de Porres

Santo Martinus de Porres, Biarawan

Santo Martinus de Porres

Santo Martinus de Porres

Martín de Porras lahir di Lima, Peru, pada 9 Desember 1579 sebagai putra tidak sah seorang bangsawan Spanyol dan Ana Velázquez, bekas budak keturunan Afrika dan pribumi. Ditinggal ayahnya, Martinus tumbuh miskin lalu belajar menjadi tukang cukur yang merangkap tabib. Karena hukum Peru menghalangi keturunan Afrika dan pribumi menjadi anggota penuh tarekat, pada usia 15 tahun ia diterima di biara Dominikan Rosario hanya sebagai pelayan.

Pada 1603 ia diizinkan mengucapkan kaul sebagai bruder Dominikan, meski sebagian rekannya menghinanya karena asal-usulnya. Ia bekerja di dapur, binatu, dan terutama di ruang orang sakit, merawat bangsawan maupun budak tanpa membeda-bedakan. Dengan sedekah yang dikumpulkannya ia memberi makan 160 orang miskin setiap hari dan mendirikan rumah bagi anak yatim dan terlantar. Banyak mukjizat dikaitkan dengannya.

Martinus wafat pada 3 November 1639, ketika banyak orang sudah menganggapnya orang kudus. Paus Gregorius XVI membeatifikasinya pada 1837, dan Paus Yohanes XXIII menggelarinya santo pada 6 Mei 1962. Ia sering dilukiskan memegang sapu, sebab baginya semua pekerjaan suci. Ia menjadi pelindung orang berdarah campuran, tukang cukur, petugas kesehatan masyarakat, dan semua yang mengupayakan kerukunan antarras. Peringatannya jatuh setiap 3 November.

Sumber: Wikipedia — Martin de Porres