Logo Paroki Trinitas Mahakudus PaslatenParokiTrinitas Mahakudus Paslaten
Masuk
Warna Liturgi: Merah

Pesta — St. Matius, Penginjil

Renungan: Tuhan Memanggil Kita
Ukuran Teks Halaman:

BACAAN KITAB SUCI & LITURGI

Klik judul bacaan untuk membuka/menutup teks Kitab Suci

Ef. 4:1-7,11-13
Mzm. 19:2-3,4-5
Mat. 9:9-13

BACAAN OFISI (BCO)

Ef. 4:1-16
Sumber Teks Bacaan:imankatolik.or.id
Acuan: Matius 9:9–13

Tuhan Memanggil Kita

Ada saat-saat ketika kita merasa belum pantas datang kepada Tuhan. Kita melihat kelemahan diri sendiri, mengingat kesalahan masa lalu, lalu berpikir bahwa Tuhan mungkin lebih memilih orang lain yang hidupnya lebih baik, lebih suci, atau lebih layak.

Dalam Injil hari ini, Yesus melihat Matius si pemungut cukai sedang duduk. Ia bukan sedang berdoa di Bait Allah melainkan sedang menjalankan pekerjaannya sebagai pemungut cukai yang pada waktu itu sering dipandang buruk oleh masyarakat.

Di tempat itulah Yesus memandang Matius.

Dan Yesus berkata kepadanya:

“Ikutlah Aku.”

Hanya dua kata, tetapi dua kata itu mengubah seluruh hidup Matius.

Matius berdiri dan mengikuti Yesus.

Inilah kabar sukacita yang sangat indah bagi kita hari ini: Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna sebelum memanggil kita. Tuhan memanggil kita supaya bersama-Nya kita diubah.

Sering kali kita merasa tidak layak datang kepada Tuhan karena kesalahan masa lalu. Kita merasa terlalu berdosa, terlalu banyak kekurangan, atau merasa bahwa hidup kita sudah terlalu jauh dari kehendak-Nya. Namun, Yesus berkata: "Bukan oraang sehat yang memerlukan tabib, tapi orang sakit."

Injil hari ini mengingatkan kita bahwa rahmat Tuhan selalu lebih besar daripada masa lalu kita. Yang terpenting adalah: ketika Tuhan memanggil, beranilah bangun dan mengikuti-Nya. Sebab, seperti Matius, kita tidak pernah tahu sejauh mana Tuhan akan memakai hidup kita ketika kita berani berkata: “Ya, Tuhan. Aku mau mengikuti-Mu.”