PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
BACAAN KITAB SUCI & LITURGI
Klik judul bacaan untuk membuka/menutup teks Kitab Suci
BACAAN OFISI (BCO)
Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
Mendoakan orang yang sudah meninggal adalah kebiasaan sejak awal Kekristenan: prasasti di katakombe memohonkan damai bagi jiwa-jiwa, dan Tertulianus serta Siprianus memberi kesaksian tentangnya. Santo Odilo, Abas Cluny, kemudian menetapkan 2 November, sehari sesudah Hari Raya Semua Orang Kudus, sebagai peringatan tahunan semua arwah di biara-biara jaringan Cluny. Dari sana kebiasaan itu menyebar ke seluruh Gereja Barat.
Peringatan ini berpijak pada ajaran Gereja bahwa jiwa-jiwa yang belum sepenuhnya bersih dari dosa ringan belum dapat memandang Allah, tetapi umat yang masih hidup dapat menolong mereka dengan doa, sedekah, amal baik, dan terutama Misa. Doa bagi orang mati sudah disebut dalam 2Mak 12:42-46. Jika 1 November mengenang Gereja yang jaya di surga, 2 November mengenang Gereja yang sedang dimurnikan.
Pada hari ini setiap imam boleh merayakan tiga Misa, hak yang diberikan Paus Benediktus XV semasa Perang Dunia I. Dari 1 sampai 8 November umat yang berziarah ke makam dan mendoakan arwah dapat memperoleh indulgensi penuh bagi jiwa-jiwa di api penyucian, dengan syarat mengaku dosa, menyambut Komuni, dan berdoa bagi intensi Paus. Keluarga-keluarga pun membersihkan makam, menaburkan bunga, dan menyalakan lilin.
Sumber: Wikipedia — All Souls' Day

